hmm Social Xperience adalah tulisan pertama yang gue post di blog ini.
kenapa gue menamakan Social Xperience/ Pengalaman Sosial? karna gue selalu tertarik dengan SOSIAL dan yaaa pasti lah setiap orang termasuk gue punya pengalaman tentang fenomena sosial dimasyarakat, entah itu baik atau kurang mengenakan.
gue anak IPA, tapi bukan berarti harus ANSOS alias Anti Sosial, itu yang gue tanamin di diri gue. dan buat kalian yang masih menganggap anak IPA dan IPS 'berbeda' , TOTALY WRONG! kenapa? hei manusia adalah makhluk sosial, jadi sewajarnya kita harus belajar ilmu sosial dan berinteraksi sosial, begitu juga sebaliknya, anak IPA bukan berarti harus berkutat dengan rumus, dan terpaku sama buku, apalagi dianggap golongan kanan (Baik) di antara jurusan lain di SMA hh NO! kalo kalian masih berfikiran kayak gitu, itu berarti kalian harus lebih open mindset dan berhenti berfikir kuno, kalian itu MILLENIALS!
IPA atau IPS semuanya BAIK dan semua ilmu yang diajarkan didalamnya saling berkaitan dan sama-sama bermanfaat buat ngebangun dunia ini jadi lebih baik. so, yuk open mindset dan bareng-bareng bangun negeri ini jadi lebih baik lagi dengan apapun jurusan dan skill lo :)
okeoke.. back to the topic 'Social Xperience"
jadi, ini semua di dasari oleh mata gue haha, yap mata gue yang ngga sengaja lihat seorang nenek-nenek tua rentah sedang mengamen di antara etalase toko dan sempitnya jalan di salah satu pasar tradisional. miris? yash i feeling crushed for that moment! beliau nyanyi sebuat syair tentang 'kehidupan dunia dan kematian', oh god gue makin terharu dong disitu, ya iya beliau yang udah tua rentah begitu masih harus cari nafkah lewat ngamen yang ya, pastilah penghasilannya ngga seberapa untuk menyambung hidup dan dengan syair yang beliau nyanyikan itu loh, tentang kematian yang mungkin sudah dekat dengan dirinya. yang harusnya beliau diam dirumah, beribadah, dan menikmati hari tua. malah harus ngamen dengan 'kecrekan' dari bekas tutup botol, kepanasan, kehausan. ahh gue gabisa ngebayangin gimana kalau itu yang dialamin nenek gue sendiri. dan.. ya. kemana gitu anaknya? kemana tulang punggungnya? sehingga beliau harus melakukan pekerjaan tsb.
ya, itu pengalaman pertama. pengalaman kedua,
saat gue ada kegiatan baksos dengan organisasi gue di SMA, OSIS. saat itu kita diminta bagiin beberapa bungkus nasi padang untuk para fakir miskin di daerah sekitar sekolah. dari situ entah kenapa gue ngerasa "wahhh akhirnya, ini yang gue tunggu-tunggu selama 16 tahun hidup" wkwk lebay. ya gitudah.
kemudian, kita mulai mencar ke wilayah yang udah ditentuin, dan mulai bagiin nasi bungkus itu..
1. target pertama, yang gue temuin adalah buruh/ tukang proyek pembangunan PT. ya secara se-Indonesia juga mungkin tau daerah gue 'BEKASI' adalah pusat industri yang lumayan besar di Indonesia. disitu ada 2 orang bapak-bapak sekitaran umur 40 thn lagi istirahat dan berteduh di pohon besar depan PT itu, akhirnya gue sebagai agent CIA pun*haha nanya "bapa tinggal sama siapa disini?, ada anak dan istri?" dan beliau pun jawab "saya disini tinggal bareng pekerja yang lain, tinggal satu kontrakan. anak istri saya di cirebon, ya saya pulangnya sebulan sekali". itu sih percakapan yang paling bikin gue mikir. hebatnya seorang ayah, yang harus kerja banting tulang siang ke malam, malam ke siang lagi, demi nafkahin anak istrinya, kecapean, kelaperan, kehausan, keringetan, dan rela jauh dari anak dan istrinya. dan dibalik itu, hebatnya seorang ibu/istri rela ditinggal suami dengan jarak yang gak deket, dan intensitas ketemu yang gak sering, juga ngerawat dan didik anaknya seorang diri sampai suaminya pulang. huft, jadi berbahagialah bersyukurlah kalian yang masih bisa bareng-bareng sama keluarga, masih bisa sering kumpul dan bertatap muka. karna mungkin ya, kebersamaan itu lebih mahal dari gaji yang bapak ini dapat dari PT tersebut. tapi itulah hidup. jalani, syukuri:)
2. target kedua, yang kali ini gue temuin adalah bapak-bapak umurnya pas gue tanya kalo gasalah 60-an tahun. bapak tua ini seorang pemulung, tapi beliau pakai sepeda untuk bawa hasil barang bekas yang beliau dapat, beuh, entah seberapa berat itu sepeda, karna hasil nya sampai numpuk menggunung. dan gue kembali nanya "apa penghasilan bapak dari ini mencukupi kebutuhan bapak, anak dan istri?" lalu bapak ini menjawab sambil berkaca-kaca menahan tangis "kalo dibilang cukup, ya pasti enggak neng. bahkan untuk bapak makan pun kadang ngga bisa, bapa tahan laper sampai biasanya ada orang yang ngasih makanan, nasi kayak gini. Alhamdulillaah". "bapak kerja biasanya dari kapan?" beliau menjawab "dari pagi sampe jam 5 sore".
hmm.. dari sini dapat disimpulkan, THE POWER OF BERSYUKUR DAN BERSABAR itu kuncinya untuk jalanin hidup ini. buat kalian yang masih bisa nemuin nasi dan berbagai lauk pauknya, hei bersyukurlah. buat kalian yang masih ngeluh 'belajar susah banget sih' 'kerja capek banget sih' bersabarlah. karna apa? ada orang yang merasakan pahitnya hidup lebih dari apa yang kalian rasain itu. Dan mereka masih bisa selalu bersyukur dan tersenyum.
Jangan lupa selalu dawamkan kalimat 'Alhamdulillaah' seperti bapak ini,
-karna apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita, tapi apa yang Tuhan berikan selalu terbaik untuk kita-
Be Grateful Everyday. For the Things that You've got and You've lost :))
