Betapa
sulitnya menjadi seorang Siswa tingkat akhir yang di keluarganya became
the first person to instill that "kuliah itu penting" "lulus SMA the
next chapter nya yaa kuliah" "mau ujung-ujungnya lo jadi Ibu Rumah
Tangga pun, kuliah tetep penting buat didik anak-anak lo, kan?iyap, jadi satu orang yang berfikiran seperti itu diantara semua keluarga yang berfikiran sebaliknya. harus ngebuka mindset dan yakinin semua keluarga se-detail mungkin untuk se-pemikiran.
tujuannya apa? ya untuk buang jauh-jauh pemikiran KUNO tentang "perempuan mah entar ujung-ujungnya di dapur juga" "ngapain si kuliah? Kakak, abang, tante, om, juga ga kuliah tetep kerja" "yaudah nanti kerjanya di PT aja sama kayak om, abang, tante, kakak..." "ngga usah kuliah, mahal, apalagi di Kampus A atau di Kampus B". daaan sebagainya.
buat kalian yang merasakan itu semua. i'm with you!
hmm...
Bukan bukan bukan! ini namanya bukan kesulitan, tapi bagian awal dari sebuah perjuangan.
capek?iya. Sedih?iya. bingung harus ngasih tau apalagi?iya.
tapi... sedetik kemudian buang jauh-jauh semua perasaan itu deh. Balik lagi ke tujuan
dan maksud awal lo. kenapa lo mau kuliah?kenapa lo harus ber-pengetahuan?kenapa lo harus ber-ilmu?. back to your future maps.
gue gak bilang kuliah itu sebuah ke-harus-an tapi, kuliah itu ke-penting-an.
mungkin untuk segelintir orang atau sebagian keluarga, mereka punya alasan tersendiri untuk Tidak Berkuliah-tidak bekerja-langsung nikah-punya anak-meninggal dunia-the end.
itu normal. it's Okay. dulu. tapi, bagaimana dengan Era Globalisasi seperti sekarang?
yang semua orang berlomba-lomba. iya, berlomba-lomba untuk 'menjadi bermanfaat' berlomba-lomba untuk 'menjadi orang berilmu' berlomba-lomba untuk 'memiliki masa depan dan kehidupan yang sejahtera'. yang namanya lomba, pasti dapat rewards.
tapi rewards itu bukan untuk dia, yang juara 1,2 atau 3. bukan juga untuk dia yang juara favorit. tapi, rewards itu untuk semua orang yang mengikuti lomba tersebut. iya.
orang yang sudah berusaha menjadi 'bermanfaat' yang tak gentar untuk selalu menambah pengetahuan agar 'berilmu' yang selalu berusaha untuk memiliki 'masa depan yang sejahtera dan berkecukupan'. they're the winners.
masalah hasil akhirnya nanti? serahkan semuanya kepada Yang Maha Memiliki. bukan cuma memiliki apa yang lo minta itu, but having yourself bro!
kalau tidak tercapai?tidak memuaskan?
percayalah, apa yang diberikan-Nya, apapun yang ada di tangan-Nya adalah yang terbaik dari yang paling baik untuk diri lo.
Jangan jadi si pesimis yang cuma bisa memandang hal dari satu sisi, jangan jadi si pemarah yang kalau keinginannya gak tercapai ngambek, kabur dari rumah(read:lari dari kenyataan). Minggat ke luar negeri?Milik-Nya. Lari ke ujung dunia?Milik-Nya.pindah planet?Milik-Nya. Atau, pidah ke luar angkasa?Milik-Nya juga. Terus gimana dong?dengan lo si pengecut, pesimis dan pemarah. Lo punya apa?lo bisa apa? Gaada.
Inget. Dia yang Maha Memiliki segalanya.
Apapun yang lo minta dan apapun yang lo dapatkan serahkan semuanya ke Dia. Iya. Dialah Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa.
-Muda Berkarya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga