Diberdayakan oleh Blogger.

First Love

by - Maret 02, 2020

Source: Instagram|@chardina_dina




cinta, satu kata beribu makna.
nyaris setiap hal di dunia ini berbumbukan cinta.
termasuk hal yang akan gue bahas pada postingan kali ini...

Ia yang dengan cintanya, rela bertaruh nyawa
Ia yang dengan cintanya, rela membanting tulang, jiwa dan raga

berawal dari pagi itu...

21 Juli 2019,
lagi lagi, gue akan bilang...
bahwa belajar itu bisa dari mana saja, kapan saja, dengan media apa saja. 
seperti pagi itu, gue yang kembali belajar tentang hidup ini dari seorang ojek online
karna sekalipun kalian belum bisa belajar di kelas formal, duduk di kursi beralaskan meja
setidaknya kalian selalu bisa belajar di dunia ini beralaskan bumi beratapkan langit dengan materi tentang hidup..

pagi itu memang nggak kayak biasanya, gue bangun lebih pagi, dan mempersiapkan segala keperluan ujian. ya, gue bakal ikutan tes ujian masuk Universitas Indonesia, yang biasa disebut SIMAK UI.
gue mempersiapkan semuanya sendiri juga berangkat ke lokasi tes seorang diri, lokasinya di salah satu SMP di Kota Bekasi. itu artinya, gue harus naik elf dan ojol untuk sampai kesana.
singkat cerita gue yang sudah sampai di depan salah satu Mall di Kota tersebut langsung memesan ojek online demi bisa sampai dengan on-time padahal tesnya mulai jam 10 pagi, sedangkan gue sampai kurang lebih jam 8 pagi. dengan bapak ojek online yang ini sih gue berbincang persoalan yang klasik tapi tetap bermakna, 
kayak "mau ngapain mbak?, kok ke SMP hari Minggu, mau ekskul ya?" dan gue jawab "ooh enggak pak, saya mau tes kuliah di sana". "ooh gitu, SPMB ya? universitas mana?". "Universitas Indonesia pak, ooh bukan kalau sekarang itu kan namanya SBMPTN kalo itu sudah selesai tes nya, sekarang ini khusus tes UI, namanya SIMAK UI". "oooh, iyaiya, berarti nanti ngekost di Depok dong ya? atau di salemba?". dalam hati gue bicara 'wah ni bapak tau juga tentang UI yaa hahaha' *yaa mang napa ndri?* lantas gue jawab "hehe belum tentu juga pak, ini kan baru mau tes, belum tentu lolos juga", alibi gue untuk merendah dan gak mau berekspektasi lebih jauh. Dan bapak ojol itu jawab lagi "looh harus optimis doong, gak boleh kayak gitu, kita harus jauh lihat kedepan, pasti lolos kok", gue jawab "hehe iyaya pak, siap, siap. yaa gapapa lah yaa setidaknya gue disemangatin walaupun bukan sama doi kayak orang-orang wkwk, but, what's wrong? itu tetap berarti dan bermakna buat gue, setidaknya semangat gue terpacu lah, yaaaa walaupun pas tes mulai dan lihat soal ujiannya melempem dan pada akhirnya belum berhasil lolos hahaha. yaa gimana ya 1:4000 :)  but, never mind!, "please ndri, make everything you go trough as a lesson and experiences that meaningful and always unique in each of it's part".

ujian pun selesai, gue bergegas pulang dan kembali memesan transportasi andalan, yaitu ojek online, lagi.
"waduh rame banget dah, macet lagi, mana nih ojol nya yak". sedangkan di seberang jalan ada seorang pria paruh baya dan motornya lengkap dengan jaket khas ojek online melambaikan tangan ke gue "mba!" "ooh iyaa pak", tring* pesan singkat masuk pada aplikasi ojol di hp gue 'saya puter balik dulu yaa mba, macet nih, biar mba ngga perlu nyebrang' isi pesannya. jadilah gue tunggu dan akhirnya berangkat. "ke Mallxxx yaa mba?" ucapnya, "iyaaa pak, tapi sebenernya sih mau ke pangkalan elf, tapi bingung cari lokasi di aplikasi nya". "ooh yasudah, saya antar ke elf langsung aja yaa". "okee pak".
pertanyaan klasik kembali dipertanyakan sama ojol kali ini, tapi selanjutnya beda...
"habis ada acara apa mba? kok rame banget ya?", "habis ujian masuk universitas pak", "ooh sbmptn ya?". "bukan pak, SIMAK UI, ujian mandiri masuk Universitas Indonesia". "ooh UI yaa, iyaiya", "iyaa pak". "anak saya juga pernah tuh lolos seleksi itu, SBMPTN", "wah, betul begitu pak? lolos dimana?", "iyaa lolos di Universitas itu, apa namanya, universitas xxx", *damn*, itu universitas yang aku idamkan, keren banget bisa masuk situ... "wah, keren banget pak itu universitas yang saya pengenin banget, bagus pak, anaknya jurusan apa?, "iyaa, jurusan keperawatan, tapi ditolak" *deg* 'lah kok?!?, sayang banged dooong'. "hah? ditolak pak? memangnya kenapa? apa masalah biaya ukt yaa pak?", "nggak neng, kalo masalah biaya saya akan perjuangkan gimanapun caranya, tapi ini tentang akhlak dan perilaku anak saya kedepannya", "hmm iya pak, kalau boleh tau kenapa ya? dan anak bapak itu perempuan atau laki-laki?", "anak saya perempuan, dia sempet kecewa tuh, nangis nangis, bilang 'kok bapak ini aku udah susah-susah tes dan lolos malah suruh di tolak, orang lain pada pengen lolos kayak aku loh pak' gitu neng, tapi yaa gimana bapak pokonya tetep gak ridho, bapak terlalu khawatir", "khawatir kenapa pak?", "jadi, dulu bapak pernah hadir di acara gathering/perkumpulan ojol, tempatnya di kota dan deket universitas itu neng, dan bapak lihat anak-anak kuliahan itu merokok, nongkrongnya di mall, nonton di st*rbucks, laki-laki dan perempuan semua nyatu neng, bapak gak bisa bayangin kalau itu anak bapak" bapak ojol akhirnya menjelaskan alasannya. "bayangin neng kalau anak bapak, yang udah sebesar itu, udah bapak didik baik-baik, dan bisa aja rusak karna pergaulan kayak gitu, bapak ini udah nyari uang kepanasan, kehausan, kehujanan terus nanti uangnya malah dipake buat beli kayak macam st*rbucks itu atau dipake buat nongkrong ke Mall, bapak gak kebayang neng", lanjutnya "iyaaa sih pak, tapi kalau pergaulan kayak gitu, memang tergantung pribadi masing-masing juga, ngikutin arus atau enggaknya" jawabku, "iyaaa sih neng tapi bapak terlalu takut dan khawatir, akhirnya beneran ditolak dan anak bapak masuk universitas swasta dekat sini, gapapa lebih mahal asalkan tetap aman dan bisa dekat keluarga", "ooh gitu yaa pak", "iyaa neng, makanya bapak pesen ya mau gimanapun, dimanapun, kapanpun akhlakul karimah itu paling penting sebagai pegangan kita, kalau itu udah nggak ada duh gak kebayang deh", "iyaa pak". nggak kerasa ternyata obrolan tadi mempersingkat jarak dan waktu, gue akhirnya sampai ke elf, depan pintunya pas! *emang, penumpang bagaikan ratu banget hahaha*.
gue lepas helm dan bayar lanjut bicara untuk terakhir kali ke bapak ojolnya "makasih ya pak, doain ya biar saya bisa lolos kuliah di tempat yang terbaik menurut Allah hehe". "iya neng pasti, Aamin yaa, hati-hati neng". kemudian ojol tsb bergegas pergi dan berlalu, tapi tentunya cerita dan nasehat yang beliau berikan kepada gue tadi gak gitu aja berlalu, tapi membekas, bahkan sampai detik ini gue bercerita. 

kalo kata Ustadz Quraish Shihab, "ciri-ciri orang yang jatuh cinta atau mencintai sesuatu, maka akan menuruti dan mengikuti apapun hal yang dicintainya".
seperti bapak ojol dalam cerita ini, ia terlalu cinta dan sangat mencintai buah hatinya. Biar panas, hujan, haus, atau bahaya menerpa padanya akan ia lakoni, jika memang itu yang terbaik yang harus ia lakukan. tapi tidak untuk buah hatinya, putrinya, cintanya. beliau tidak akan pernah bisa membiarkan anaknya tsb tergores bahkan sedikitpun dengan kekejaman dunia. yap, beliau adalah cinta pertama bagi putrinya.
gue juga akhirnya sadar, mungkin dengan tidak lolosnya gue di universitas tsb adalah hal yang terbaik disisi Allah. alasannya mungkin bisa seperti apa yang bapak ojol jelaskan tau hal lain yang ternyata menghidari gue dari kekejaman dunia yang fana ini. 

"Growth is a process. You gain, you lose, you cry, you grow, you learn, you try, you fail but you keep trying. time is the real luxury"- malanda| Facebook: TheGoodQuote




You May Also Like

0 Comments