First Love
cinta, satu kata beribu makna.
nyaris setiap hal di dunia ini berbumbukan cinta.
termasuk hal yang akan gue bahas pada postingan kali ini...
Ia yang dengan cintanya, rela bertaruh nyawa
Ia yang dengan cintanya, rela membanting tulang, jiwa dan raga
berawal dari pagi itu...
21 Juli 2019,
lagi lagi, gue akan bilang...
bahwa belajar itu bisa dari mana saja, kapan saja, dengan media apa
saja.
seperti pagi itu, gue yang kembali belajar tentang hidup ini dari seorang
ojek online
karna sekalipun kalian belum bisa belajar di kelas formal, duduk di kursi
beralaskan meja
setidaknya kalian selalu bisa belajar di dunia ini beralaskan bumi
beratapkan langit dengan materi tentang hidup..
pagi itu memang nggak kayak biasanya, gue bangun lebih pagi, dan
mempersiapkan segala keperluan ujian. ya, gue bakal ikutan tes ujian masuk
Universitas Indonesia, yang biasa disebut SIMAK UI.
gue mempersiapkan semuanya sendiri juga berangkat ke lokasi tes seorang
diri, lokasinya di salah satu SMP di Kota Bekasi. itu artinya, gue harus naik
elf dan ojol untuk sampai kesana.
singkat cerita gue yang sudah sampai di depan salah satu Mall di Kota
tersebut langsung memesan ojek online demi bisa sampai dengan on-time
padahal tesnya mulai jam 10 pagi, sedangkan gue sampai kurang lebih jam 8 pagi.
dengan bapak ojek online yang ini sih gue berbincang persoalan yang klasik tapi
tetap bermakna,
kayak "mau ngapain mbak?, kok ke SMP hari Minggu, mau ekskul ya?"
dan gue jawab "ooh enggak pak, saya mau tes kuliah di sana".
"ooh gitu, SPMB ya? universitas mana?". "Universitas Indonesia
pak, ooh bukan kalau sekarang itu kan namanya SBMPTN kalo itu sudah selesai tes
nya, sekarang ini khusus tes UI, namanya SIMAK UI". "oooh, iyaiya,
berarti nanti ngekost di Depok dong ya? atau di salemba?". dalam hati gue
bicara 'wah ni bapak tau juga tentang UI yaa hahaha' *yaa mang napa ndri?*
lantas gue jawab "hehe belum tentu juga pak, ini kan baru mau tes, belum
tentu lolos juga", alibi gue untuk merendah dan gak mau berekspektasi
lebih jauh. Dan bapak ojol itu jawab lagi "looh harus optimis doong, gak
boleh kayak gitu, kita harus jauh lihat kedepan, pasti lolos kok", gue
jawab "hehe iyaya pak, siap, siap. yaa gapapa lah yaa setidaknya gue
disemangatin walaupun bukan sama doi kayak orang-orang wkwk, but, what's
wrong? itu tetap berarti dan bermakna buat gue, setidaknya semangat gue
terpacu lah, yaaaa walaupun pas tes mulai dan lihat soal ujiannya melempem dan
pada akhirnya belum berhasil lolos hahaha. yaa gimana ya 1:4000 :) but,
never mind!, "please ndri, make everything you go trough as a lesson and
experiences that meaningful and always unique in each of it's part".
ujian pun selesai, gue bergegas pulang dan kembali memesan transportasi
andalan, yaitu ojek online, lagi.
"waduh rame banget dah, macet lagi, mana nih ojol nya yak".
sedangkan di seberang jalan ada seorang pria paruh baya dan motornya lengkap
dengan jaket khas ojek online melambaikan tangan ke gue "mba!"
"ooh iyaa pak", tring* pesan singkat masuk pada aplikasi ojol di hp gue
'saya puter balik dulu yaa mba, macet nih, biar mba ngga perlu nyebrang'
isi
pesannya. jadilah gue tunggu dan akhirnya berangkat. "ke Mallxxx yaa
mba?" ucapnya, "iyaaa pak, tapi sebenernya sih mau ke pangkalan elf,
tapi bingung cari lokasi di aplikasi nya". "ooh yasudah, saya antar
ke elf langsung aja yaa". "okee pak".
pertanyaan klasik kembali dipertanyakan sama ojol kali ini, tapi selanjutnya
beda...
"habis ada acara apa mba? kok rame banget ya?", "habis ujian
masuk universitas pak", "ooh sbmptn ya?". "bukan pak, SIMAK
UI, ujian mandiri masuk Universitas Indonesia". "ooh UI yaa,
iyaiya", "iyaa pak". "anak saya juga pernah tuh lolos
seleksi itu, SBMPTN", "wah, betul begitu pak? lolos dimana?",
"iyaa lolos di Universitas itu, apa namanya, universitas xxx", *damn*,
itu
universitas yang aku idamkan, keren banget bisa masuk situ... "wah,
keren
banget pak itu universitas yang saya pengenin banget, bagus pak, anaknya
jurusan apa?, "iyaa, jurusan keperawatan, tapi ditolak" *deg* 'lah
kok?!?, sayang banged dooong'. "hah? ditolak pak? memangnya kenapa? apa
masalah biaya ukt yaa pak?", "nggak neng, kalo masalah biaya saya
akan perjuangkan gimanapun caranya, tapi ini tentang akhlak dan perilaku
anak
saya kedepannya", "hmm iya pak, kalau boleh tau kenapa ya? dan anak
bapak itu perempuan atau laki-laki?", "anak saya perempuan, dia
sempet kecewa tuh, nangis nangis, bilang 'kok bapak ini aku udah
susah-susah
tes dan lolos malah suruh di tolak, orang lain pada pengen lolos kayak
aku loh
pak' gitu neng, tapi yaa gimana bapak pokonya tetep gak ridho, bapak
terlalu
khawatir", "khawatir kenapa pak?", "jadi, dulu bapak pernah
hadir di acara gathering/perkumpulan ojol, tempatnya di kota dan deket
universitas itu neng, dan bapak lihat anak-anak kuliahan itu merokok,
nongkrongnya di mall, nonton di st*rbucks, laki-laki dan perempuan semua
nyatu neng, bapak
gak bisa bayangin kalau itu anak bapak" bapak ojol akhirnya menjelaskan
alasannya. "bayangin neng kalau anak bapak, yang udah sebesar itu, udah
bapak didik baik-baik, dan bisa aja rusak karna pergaulan kayak gitu,
bapak ini
udah nyari uang kepanasan, kehausan, kehujanan terus nanti uangnya malah
dipake
buat beli kayak macam st*rbucks itu atau dipake buat nongkrong ke Mall,
bapak
gak kebayang neng", lanjutnya "iyaaa sih pak, tapi kalau pergaulan
kayak gitu, memang tergantung pribadi masing-masing juga, ngikutin arus
atau
enggaknya" jawabku, "iyaaa sih neng tapi bapak terlalu takut dan
khawatir, akhirnya beneran ditolak dan anak bapak masuk universitas
swasta
dekat sini, gapapa lebih mahal asalkan tetap aman dan bisa dekat
keluarga", "ooh gitu yaa pak", "iyaa neng, makanya bapak
pesen ya mau gimanapun, dimanapun, kapanpun akhlakul karimah itu paling
penting
sebagai pegangan kita, kalau itu udah nggak ada duh gak kebayang deh",
"iyaa pak". nggak kerasa ternyata obrolan tadi mempersingkat
jarak dan waktu, gue akhirnya sampai ke elf, depan pintunya pas! *emang,
penumpang bagaikan ratu banget hahaha*.
gue lepas helm dan bayar lanjut bicara untuk terakhir kali ke bapak ojolnya
"makasih ya pak, doain ya biar saya bisa lolos kuliah di tempat yang
terbaik menurut Allah hehe". "iya neng pasti, Aamin yaa, hati-hati
neng". kemudian ojol tsb bergegas pergi dan berlalu, tapi tentunya cerita
dan nasehat yang beliau berikan kepada gue tadi gak gitu aja berlalu, tapi
membekas, bahkan sampai detik ini gue bercerita.
kalo kata Ustadz Quraish Shihab, "ciri-ciri orang yang jatuh cinta atau
mencintai sesuatu, maka akan menuruti dan mengikuti apapun hal yang
dicintainya".
seperti bapak ojol dalam cerita ini, ia terlalu cinta dan sangat mencintai
buah hatinya. Biar panas, hujan, haus, atau bahaya menerpa padanya akan ia
lakoni, jika memang itu yang terbaik yang harus ia lakukan. tapi tidak untuk
buah hatinya, putrinya, cintanya. beliau tidak akan pernah bisa membiarkan
anaknya tsb tergores bahkan sedikitpun dengan kekejaman dunia. yap, beliau
adalah cinta pertama bagi putrinya.
gue juga akhirnya sadar, mungkin dengan tidak lolosnya gue di universitas tsb
adalah hal yang terbaik disisi Allah. alasannya mungkin bisa seperti apa yang
bapak ojol jelaskan tau hal lain yang ternyata menghidari gue dari kekejaman dunia yang
fana ini.
"Growth is a process. You gain, you lose, you cry, you grow, you
learn, you try, you fail but you keep trying. time is the real luxury"- malanda| Facebook: TheGoodQuote

0 Comments